Tampilkan postingan dengan label Kota Baturaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Baturaja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2016

Sejarah Bahasa Ogan

Ogan Komering Ulu via google.com
Payu Kakang, ading, kance, kali ini kita akan membahas sejarah bahasa Ogan yang kita cintai, baiklah silahkan simak ulasannya berikut ini: 

Dilansir dari laman wikipedia.org Bahasa Ogan merupakan bahasa yang dituturkan sebagian besar masyarakat yang terdapat di Kabupaten Ogan Ilir (Tanjungraja, Inderalaya, Pemulutan, Muara Kuang, Muare Penimbung, Talang Aur), Ogan Komering Ilir (Pampangan, Tulung Selapan), dan Ogan Komering Ulu (Baturaja).

Bahasa Ogan yang dituturkan oleh sebagian masyarakat yang tinggal di pesisir atau tepian Sungai Ogan. Sungai Ogan berasal dari beberapa aliran kecil mata air dari Bukit Nanti bersatu menjadi satu aliran besar Sungai Ogan, yang pada akhirnya bermuara di sungai Musi Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Bahasa Ogan yang digunakan oleh masyarakat di tepian sungai Ogan dikenal salah satu suku dari rumpun Melayu yaitu suku Ogan. Batasan Suku Ogan dikenal adanya istilah, Ulu Ogan (daerah Kelumpang), Ogan Ulu (daerah Kecamatan Pengandonan), Ogan Baturaja (Kota Baturaja), dan Ogan Ilir (daerah Lubuk Batang dan Muara Kuang). Sangat banyak dusun kecil yang tersebar di sepanjang aliran sungai sebut saja seperti Muara Penimbung, Talang Aur, Air Itam, Sungai Pinang, Tanjung Raje dan lain-lain yang kesemua dusun ini memiliki bahasa dan logat bicara yang berbeda-beda

Bagi orang yang telah mengenal bahasa Ogan, mereka akan mengatakan bahwa bahasa Ogan mirip bahasa orang Malaysia walau tidak sama persis. Contoh logatnya "Nak kemane?", yang artinya "Anda hendak ke mana?".

Semakin ke hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Ogan, maka logat bahasa Ogan Akan terdengar keras, makin ke hilir makin halus dan agak terdengar berlagu. Hal ini senada dengan filosofi "daerah hulu sungai Ogan, tepian sungai Ogan agak kecil arus airnya deras berbatu dan berbukit, sedangkan daerah hilir tepian sungai Ogan lebar dan arus air tenang tidak berbatu."

Untuk Daerah Ogan Ilir sebagian Bahasa Ogan yang digunakan menggunakan dialek e/e jakarte, sebagian e/e malaysia. Sedangkan yang di Ogan Komering Ulu, hampir semua Bahasa Ogan yang digunakan memakai dialek e/e malaysia, kecuali Kampung Suka Pindah Kecamatan peninjauan menggunakan Bahasa Ogan dialek e/e jakarte.

Sekian ulasan tentang Sejarah bahasa ogan yang dikutip dari laman resmi wikipedia, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi.
Read More

Cara Singkat Pembuatan "TEMPOYAK"

Tempoyak??? Makanan Khas warga Sumatera ini merupakan makanan yang berbahan dasar Durian. Adapun Biasanya masyarakat Baturaja, sering memasak tempoyak ini dengan ikan patin sehingga sering disebut dengan Pais (Pepes) Ikan patin. namun berbeda dari Pepes Ikan Pati biasanya, untuk bumbu utamanya, tempoyaklah yang sering digunakan oleh masyarakat OKU ini. Selain dibuat pais ikan, tempoyak juga bisa dijadikan sebagai sambal tempoyak, ada juga yg memakan tempoyak ini mentah-mentah tanpa harus diolah terlebih dahulu. (karna berbahan dasar buah durian) Tempoyak adalah durian yang di fermentasi. Adapun rasanya sedikit asam
Makan Tempoyak Mantap via rennyambar.wordpress.com
Baca Juga : Apa itu Tempoyak?
  
Berikut Cara Pembuatan "TEMPOYAK
Langkah-Langkah Pembuatan Tempoyak, yaitu sebagai berikut:
  • Pertama, yang pasti kita memiliki buah durian yang cukup banyak, dan buah durian disiapkan haruslah yang sudah matang. Durian lokal dipilih untuk mendapatkan hasil tempoyak yang baik, karena jika penggunaan durian montong dinilai kurang bagus hasilnya karena terlalu banyak mengandung air dan gas. 
  • Dan Kedua, biji durian dipisahkan dari dagingnya. Bagian dari durian yang dibutuhkan untuk membuat tempoyak adalah dari dagingnya. 
  • Ketiga, Ditambahkan sedikit garam untuk memberikan rasa asin pada daging durian, dan tanpa menghilangkan rasa manisnya, lalu aduk hingga rata. Dan ditambahkan sedikit cabai rawit yang sudah diulek, kemudian aduk daging durian hingga rata. Selain menambahkan rasa pedas, cabai rawit juga mempercepat proses fermentasi. 
  • Setelah selesai dan merata, daging durian disimpan didalam wadah tertutup (lebih baik gunakan stoples dan disimpan pada suhu ruangan). Adapun tempat yang sering dipakai warga Baturaja untuk menyimpan tempoyak merupakan toples besar yang terbuat dari tanah liat yang biasa disebut siton.
Read More

Senin, 09 November 2015

Kota Beras Yang Menjelma Menjadi Kota Batu

Kota Beras via rinaldi007.wordpress.com
Seputar Baturaja - Beberapa tahun yang lalu, OKU dikenal sebagai kota beras. Jargon kota beras bukanlah tanpa alasan, hal tersebut dikarenakan didaerah Belitang dan Ogan terdapat lahan persawahan yang luas sehingga bisa menopang ketahanan pangan nasional. Namun kini Belitang bukan lagi bagian dari Kabupaten OKU melainkan termasuk wilayah OKU Timur. Kota beras yang dulu menjadi kebanggaan OKU kini disandang oleh Belitang yang merupakan Kabupaten OKU Timur.

Dibelitang (OKU Timur) masih terdapat lahan persawahan yang luas yang memungkinkan ditanami padi atau jagung. Mayoritas masyarakat Belitang (OKU Timur) menggantungkan diri sebagai petani. Namun kini pemerintah mulai memperhatikan kesejahteraan para petani dengan mencanangkan program swasembada beras dengan tidak mengimpor beras dari negara lain. Kebijakan pemerintah menargetkan swasembada beras ditahun 2015 memberikan angin segar bagi para petani padi di belitng. Pemerintah akan membeli gabah dari petani padi yang akan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia termasuk petani padi yang ada di Belitang (OKU Timur).

Tugu Batu via www.panoramio.com
Setelah kehilangan jargon kota beras, secara otomatis tugu beras yang ada di pasar atas (pasar pucuk) diganti menjadi tugu batu. Pergantian tugu beras menjaditugu batu bukanlah tanpa alasan. Kini Kabupaten OKU mempunyai komuditas asli daerah yang patut dibanggakan yaitu Batu Akik Khas Baturaja. Penomena batu akik yang kini menjangkiti masyarakat Indonesia direspon serius oleh Pemerintah Daerah OKU dengan membuat tugu batu yang semula dijadikan tugu beras.

Kini oku telah menemukan kembali jati dirinya setelah mentahbiskan diri sebagai kota batu. Terbukti, kini Batu Akik asli Baturaja mulai digemari bukan hanya oleh masyarakat lokal namun juga diburu oleh kolektor luar daerah bahkan mancanegara. Baturaja mempunyai batu akik dengan kualitas dan keindahan yang tidak kalah dengan batu akik dari daerah lain. Batu lavender dan batu spritus misalnya, batu ini mempunyai tingkat kekerasan hingga 7 mohz dan mempunyai warna yang indah. Tidak heran jika batu ini bisa dihargai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
Read More

Sabtu, 07 November 2015

Sejarah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)

Sejarah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) - Diawali dengan terjadinya Perang Dunia I (1914-1918) dan perkembangan politik pada masa itu, menyebatkan dibentuk Afdeling (kabupaten) Ogan dan  Afdeling Komering Ulu pada tahun 1918. Dengan ibukota Muaradua yang kemudian dipindahkan ke Baturaja. Asisten Residen yang pertama bernama A. Koomang. Adanya UU No. 1 Tahun 1945 tentang Pembentukan Komite Nasional Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1947 tentang Pembentukan Daerah Otonom, maka timbul tuntutan agar Ogan Komering Ulu dijadikan daerah otonom.
Lambang OKU via www.kemendagri.go.id

Dengan perubahan ini, maka berubah pula kedudukan para kontrolir. Yaitu :

  • Onder Afdeling Ogan Ulu yang semula berkedudukan di Dusun Lubuk Batang, dipindahkan ke baturaja
  • Onder Afdeling Komering Ulu tetap berkedudukan di Martapura
  • Onder Afdeling Muaradua dan Ranau berkedudukan di Banding Agung dipindahkan ke Muaradua

Baca: Pindang Patin Tempoyak Khas Kota Baturaja
Dengan adanya perubahan Administrasi inilah yang mengakibatkan dibentuk tiga Districhten di bawah pimpinan seorang Districhtoofd/Demang yang masing-masing membawahi Onderdistricthoofd/Asisten Demang.

Secara yuridis formal, pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu diawali dengan dikeluarkannya UU No. 11 Tahun 1950 tentang pembubaran Negara Bagian Sumatera Selatan (17 Agustus 1950), untuk kemudian melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Darurat No. 4 Tahun 1956 tentang Pembentukan

Daerah Otonom Kabupaten dilingkungan Daerah Propinsi Sumatera Selatan.

Dan Ketetapan Gubernur Sumatera Selatan No. GB/100/1950 tanggal 20 Maret 1950 tentang batas-batas daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu dan diperkuat dengan UU Nomor 28 Tahun 1959, maka Kabupaten ini dinamakan Kabupaten Ogan Komering Ulu yang beribukota di Baturaja dan berhak mengatur serta mengurus rumah tangga sendiri.

Aspirasi masyarakat Kabupaten OKU yang ditetapkan dengan UU No. Tahun 2004 menjadikan Kabupaten OKU dimekarkan menjadi 3 kabupaten. Yaitu Kabupaten OKU (Induk) dengan ibukota Baturaja, Kabupaten OKU Timur dengan ibukota Martapura dan Kabupaten OKU Selatan dengan ibukota Muaradua.
Read More

Jumat, 06 November 2015

Apa itu Tempoyak?

Tempoyak Mantap via rennyambar.wordpress.com
Seputar Baturaja - Tempoyak merupakan masakan yang terbuat dari fermentasi buah durian. Tempoyak ialah makanan yang biasanya di santap sebagai lauk bersama nasi. Biasanya tempoyak sendiri dijadikan bumbu tambahan dalam masakan. Cita rasa yang asam karena terjadi proses fermentasi pada daging buah durian. Tempoyak dikenal di Indonesia terutama di Sumatera Bagian selatan, dari Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan (Palembang), Lampung, serta Kalimantan. Selain itu makanan ini juga populer di Negara Malaysia. Di Palembang sendiri tempoyak dimasak dengan campuran daging ayam dan di Lampung tempoyak menjadi bahan dalam hidangan seruit atau campuran untuk sambal.

Adapun cara pembuatan tempoyak yaitu dengan menyiapkan daging buah durian, baiknya itu durian lokal. Dan pastikan durian tersebut telah matang, kemudian pisahkan daging durian dari bijinya dengan sendok, selanjutnya campurkan daging yang telah dilepas dari bijinya dengan garam secukupnya. Dan letakkan di tempat yang tertutup dan cukup besar disumatera bahan tempoyak ini disimpan atau difermentasi didalam Situn, dan tutup rapat. Diusahakan disimpan dalam suhu ruangan. Bisa juga dimasukkan ke dalam kulkas, namun fermentasi akan berlangsung lambat. setelah sekitar 5-7 hari temboyak telah berhasil dibuat, dan siap dijadikan sambal atau masakan lainnya.

Klaim Artikel ini baca: Disclaimer
Read More

Pindang Patin Tempoyak Khas Kota Baturaja

Pindang Patin
Seputar Baturaja - Siapa yang tak kenal pindang patin, tak jauh beda dengan pindang-pindang lainnya namun pindang ini lebih istimewa karena terdapat campuran fermentasi dari durian atau yang sering disebut masyarakat sumatera dengan sebutan tempoyak.

Aroma khas dari tempoyak inilah yang semakin menambah nafsu untuk menyantapnya. Dalam hal rasa, makanan ini memiliki karakter rasa asin, pedas dan manis yang bercampur jadi satu serta ditambah dengan aroma harum khas dari tempoyak.

Jadi buat anda yang sedang berkunjung, atau sekedar mampir ke warung makan di Baturaja sempatkanlah makan masakan ini atau bahkan anda ingin belajar membuatnya, masyarakat disana dengan senang hati akan membagi ilmunya.

Klaim Artikel ini baca: Disclaimer
Read More